Beranda > Aktivitas

MIAP Ramadhan Gathering 2009

Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) sebagai asosiasi yang bertujuan meminimalisir pemalsuan di Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Ramadhan Gathering. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin,  tanggal 14 September 2009 di Hotel Le-Meridien - Jakarta, diisi dengan kegiatan Diskusi yang bertajuk "Kiat Memerangi Kegiatan Impor Barang - Barang Palsu Masuk ke  Wilayah  Indonesia". Dalam kegiatan Gathering tahun ini, sekaligus juga diadakan Soft Launching Situs "PEDULIASLI", sebuah website khusus untuk menciptakan komunitas yang lebih paham dan peduli mengenai bahaya dan dampak negatif barang - barang palsu.

 

Perwakilan 12 perusahaan dari 13 anggota MIAP menghadiri acara Ramadhan Gathering ini. Selain itu, hadir pula perwakilan para pemangku kepentingan MIAP, yaitu dari: Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Mabes Polri, Polda Metro Jaya, JETRO, EUROCHAM, Temax AB, dan LPEM FEUI. Sementara para jurnalis yang datang memenuhi undangan Gathering berasal dari Bisnis Indonesia, Kompas.Com, dan Detik.Com.

 

Acara diskusi yang menghadirkan Kepala Bidang Penyidikan dan Penindakan Ditjen Bea Cukai KPU Tanjung Priok, Bonar Lumbanraja dengan dimoderatori oleh Sekretaris Jenderal MIAP, Justisiari P. Kusumah berjalan cukup hangat.

 

Dari hasil Diskusi tampak bahwa sebenarnya Direktorat Jenderal Bea Cukai telah melakukan berbagai upaya untuk dapat efektif dalam membantu memberikan perlindungan dan penegakan hukum di bidang Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Namun demikian, masih banyak kendala yang dihadapi oleh Ditjen Bea Cukai dalam menangani permasalahan HKI, dimana yang paling utama dan paling tinggi urgensinya adalah belum dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) tentang tatacara pengawasan HAKI sebagai aturan pelaksanaan UU No 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan pasal 24. Disamping belum dikeluarkannya PP tersebut, juga belum ada ketentuan yang jelas tentang hukum acara di Pengadilan Niaga bagi para pelapor atau pemegang HKI, serta masih kurang proaktifnya pemegang HKI dalam mendukung pelaksanaan tugas bea cukai untuk pengawasan importasi maupun  eksportasi barang-barang yang diduga melanggar HKI.

 

Sebagai respon atas kendala - kendala yang diungkapkan, Ketua Umum MIAP, Widyaretna Buenastuti menyatakan siap untuk membantu terciptanya kerjasama yang lebih formal antara Direktorat Jenderal Bea Cukai dengan perusahaan pemegang HKI guna memerangi masalah ini. MIAP sepakat bahwa yang paling urgen saat ini adalah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) tentang cara pengawasan HKI. (Artikel selengkapnya dapat dilihat di Beranda à Diskusi dengan Bea Cukai: "Kiat Memerangi Kegiatan Impor Barang - Barang Palsu Masuk ke Wilayah  Indonesia")

 

Lebih jauh, MIAP juga menyatakan siap dengan program-program edukasi kepada masyarakat agar selalu menggunakan produk asli. Untuk itu, dalam acara ini MIAP sekaligus melakukan soft launching situs peduliasli.com (www.peduliasli.com) yang dibangun dengan  tujuan membantu sosialisasi visi dan misi MIAP kepada generasi muda dan publik pada umumnya, melalui cara penyampaian yang lebih ringan dan menarik. Lewat situs peduliasli.com ini, MIAP berharap dapat lebih mendekatkan diri dan membuka komunikasi yang erat lewat on line, sambil mengajak para komunitas tersebut, untuk lebih paham dan peduli terhadap akibat serta dampak-dampak negatif lain/tidak langsung dari pemalsuan. (Artikel selengkapnya dapat dilihat di Beranda à Soft Launching Situs "peduliasli.com")