Beranda > Program Aksi

Program Kegiatan di Tahun 2005

 

Pada tahun 2005 MIAP  memulai tiga proyek komunikasi strategis dalam usahanya untuk meningkatkankesadaran masyarakat mengenai dampak kerugian dari kejahatan hak kekayaanintelektual terhadap pemerintah Indonesia,bisnis dan konsumen. Kegiatan komunikasi tersebut mencakup:

1. Program Akademis.
MIAP akan menyelenggarakan seminar akademisbekerja sama dengan universitas terkemuka. Seminar ini ditujukan untukmeningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kerugian yang diakibatkan olehperedaran barang-barang palsu di kalangan masyarakat akademis maupun umum.

2. Program Mahasiswa. 
MIAP akan menyelenggarakan lomba karya ilmiahnasional bekerja sama dengan universitas terkemuka. Program ini bertujuan untukmendorong kalangan mahasiswa agar lebih memahami masalah pemalsuan dan kerugianyang ditimbulkan oleh kejahatan terhadap HaKI terhadap masyarakat.  

3. Studi Dampak Ekonomi.  
MIAP terus berupaya mencari sponsor untukmelakukan studi dampak ekonomi untuk meneliti dampak kejahatan terhadapkekayaan intelektual atas perekonomian. 

Konsep ketiga kegiatan di atas telah mendapatkanpersetujuan dan dukungan penuh dari Direktorat Jenderal HaKI (DepartemenKehakiman dan HAM), Direktorat Jenderal  Pendidikan Tinggi (DepartemenPendidikan Nasional), Biro Hukum dan Perundang-undangan Kantor SekretariatNegara, Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia serta IPClinic Universitas Indonesia. 

1.1. Seminar Akademis

Tujuan dan Hasil yang InginDicapai
Untuk menelaah lebih dalam konsep umum dankerangka hukum HaKI di Indonesia. Seminar ini juga diharapkan dapat membangunkomitmen di kalangan akademisi terhadap upaya meningkatkan kesadaran masyarakat(advokasi) dan pemerintah dalam pelaksanaan kerangka penanganan masalah HaKIsecara komprehensif dan menyeluruh.

Secara lebih rinci, program SeminarAkademis ditujukan untuk:

  1. Menciptakan pengertian yang lebih mendalam mengenai hukum dan perundangan yang berkaitan dengan masalah HaKI.
  2. Menyusun dokumen-dokumen pendukung untuk nantinya dipergunakan dalam program pelatihan bagi pejabat pemerintah.
  3. Membangun komitmen di antara kalangan akademisi untuk menciptakan lingkungan yang mawas terhadap bahaya kejahatan terhadap HaKI demi membangun tekanan publik.
  4. Membangun rasa tanggung jawab di antara kalangan akademisi untuk memberikan advokasi kepada pemerintah untuk lebih meningkatkan penerapan kegiatan penanggulangan kejahatan terhadap HaKI.  
  5. Membangun rasa tanggung jawab di antara kalangan akademisi untuk lebih mendidik media massa tentang isu-isu HaKI serta dampak pelanggaran terhadap hak-hak tersebut terhadap perekonomian nasional.

Pembicara
Beberapa pembicara akan diundang dalam seminarini, guna menyatukan keahlian dan partisipasi dalam upaya meningkatkankesadaran masyarakat. Seminar ini diharapkan dapat mendudukkan bersama berbagaipihak yang memiliki peran penting dalam penanganan masalah HaKI di Indonesia,termasuk pemerintah, praktisi hukum, pelaku bisnis, praktisi komunikasi,penegak hukum dan media massa.

Peserta
Peningkatan kesadaran masyakarat tentang masalahHaKI secara efektif dapat dilakukan salah satunya melalui memberdayakan mediamassa dan mahasiswa, pemimpin di masa depan dalam inovasi dan kreasi. Olehkarena itu, Seminar Akademis ini akan menempatkan kedua kelompok tersebutsebagai sasaran utama, selain para praktisi HaKI, pegawai pemerintah,pengadilan, maupun kalangan awam. Keberhasilan seminar ini tergantung padakerjasama dan koordinasi bersama dengan mitra penyelenggara dari universitas.

2.1. Lomba Karya Ilmiah

Dalam rangka lebih meningkatkan semangatkreativitas dan inovasi kalangan mahasiswa di Indonesia, MIAP juga akanmengadakan Lomba Karya Ilmiah dengan tema "Mengapa Indonesia Harus MemerangiPemalsuan"

Tujuan dan Hasil Yang InginDicapai
Tujuan dan hasil yang ingin dicapai dari kegiatanini mencakup: 

  1. Mengarahkan mahasiswa untuk lebih memperhatikan masalah HaKI di Indonesia.
  2. Memberikan penghargaan bagi karya tulis kuantitatif tentang isu HaKI.
  3. Merencanakan kerjasama di masa mendatang dengan universitas-universitas di Indonesia dalam penanganan masalah HaKI.
  4. Menemukan pandangan yang berbeda mengenai isu HaKI, khususnya dari sudut pandang awam.
  5. Menggunakan karya tulis tersebut sebagai masukan bagi rencana ke depan dalam menangani masalah HaKI secara lebih efektif.
  6. Menyerukan kepada masyarakat untuk menolak praktek pemalsuan, terutama  mengingatkan masyarakat bahwa manusia adalah pencipta dan inovator.
  7. Mengumpulkan data yang lebih lengkap dalam berhubungan dengan pemerintah, media massa atau lembaga lain dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya masalah HaKI.
  8. Menarik perhatian kepada kalangan mahasiswa sebagai generasi pemimpin di masa depan.


MIAP akan bekerja sama dengan DepartemenPendidikan Nasional dalam penyelenggaraan Lomba Karya Ilmiah ini. Pada bulanJuli 2004, MIAP telah mendapatkan persetujuan dari beberapa pihak untuk menjadijuri dalam lomba tersebut tersebut:

3.1. Studi mengenai Dampak Praktek Pemalsuan terhadap Ekonomi 

 

Tujuan dan Hasil Yang Ingin Dicapai
Studi Dampak Ekonomi yang terfokus pada masalah pemalsuan di Indonesia ini serta berbagai diskusi sesudahnya tentang masalah regulasi sebagai pemecahannya merupakan preseden yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, akan dibangun kesepahaman tentang masalah yang dihadapi antara instansi pemerintah terkait, DPR, industri maupun konsumen.

Tujuan khusus yang ingin dicapai melalui studi ini adalah:

Fakta dari masalah HaKI di Indonesia menunjukan bahwa tidak semua kelompok masyarakat memiliki keinginan untuk memperbaiki penegakkan hukum dan peraturan yang mengatur tindakan anti praktek pemalsuan. Bagi sebagian masyarakat, penanganan serius terhadap praktek pemalsuan merupakan hal vital, contohnya bagi konsumen yang membeli obat-obatan palsu. Namun bagi sebagian masyarakat lainnya, tidak hanya kesadaran mengenai masalah tersebut sangat rendah, mereka tidak melihat isu pemalsuan sebagai isu penting. Pada akhirnya, ada sebagian kalangan yang justru diuntungkan oleh adanya praktek pemalsuan dan oleh karenanya menentang upaya peningkatan lingkungan HaKI di Indonesia. Memandang hal ini, menjelaskan secara rinci peningkatan-peningkatan yang terjadi di lingkungan HaKI kepada kelompok masyarakat yang ditargetkan adalah tidak mudah. Pengalaman serupa di Cina dan Thailand menunjukan bahwa peningkatan lingkungan HaKI hanya dapat dicapai melalui proses yang lama, dengan target yang berubah-rubah dengan semakin kreatifnya para pelaku pemalsuan dalam menemukan cara dan produk baru untuk di palsukan.

Jelas bahwa hasil Studi Dampak Ekonomi dan rekomendasi-rekomendasi yang dituangkan di dalamnya nantikan akan menambah persenjataan kelompok-kelompok yang selama ini sudah terlibat dalam perang melawan praktek pemalsuan, termasuk di dalamnya lembaga perlindungan konsumen dan asosiasi bisnis, Direktorat Jenderal HaKI, dan Kejaksaan Agung. Dengan informasi yang diperoleh melalui studi ini, organisai-organisai ini dapat memperkuat posisi mereka dan dapat mencapai konsensus tentang solusi yang akan diambil, dimana sinergi dapat dibangun. Peningkatan kesadaran akan masalah HaKI dan rekomendasi-rekomendasi khusus yang dihasilkan oleh studi ini juga akan membantu dalam mengambil tindakan kongkrit. Direktorat Jenderal Pajak, Departemen Perdagangan dan Perindustrian, DPR Komisi IX dan Panitia Anggaran akan menyadari mendesaknya masalah yang dihadapai dan akan mempergunakan hasil Studi Dampak Ekonomi dalam mendefinisikan fokus dan metode intervensi. Selain itu, pihak kepolisian ditingkat nasional dan daerah serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan lebih paham dengan permasalahan di lapangan setelah hasil studi dipublikasikan dan dapat meningkatkan kerja sama mereka dengan instansi terkait.

Studi Dampak Ekonomi akan dilaksanakan oleh LPEM UI, dan MIAP sebagai mitra.